Laman

15 November 2009

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Sampah sering kali menjadi sumber masalah dalam kehidupan kita sehari-hari. Bencana banjir, sumber penyakit adalah beberapa contoh masalah tersebut. Pembuatan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) malah menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitarnya. Apalagi kalau TPS tersebut berdekatan dengan area pemukiman. Bau yang menyengat mungkin suatu hal yang tidak asing lagi.
Masalah lain dalam kehidupan kita adalah masalah energi khususnya energi listrik. Kita mungkin merasakan adanya pemadaman listrik secara bergiliran, hal itu dilakukan agar kebutuhan energi listrik dapat terpenuhi. Jika kita berpikir kreatif kenapa tidak sampah-sampah yang menjadi sumber masalah tersebut dijadikan sumber tenaga untuk membangkitkan energi listrik.
Seperti biasa, jika ada hal yang baru maka akan ada pro dan kontra. Namun, hal itu bisa dikesampingkan terlebih dahulu, yang terpenting adalah mengetahui teknologinya. Teknologi bagaimana cara mengubah sampah menjadi energi.
Caranya, dengan sekaligus menggabungkan tiga alternatif pengelolaan sampah: sanitary landfill, anaerobic digestion, dan gasification. Sebuah instalasi terpadu pertama yang dicoba dibangun di Indonesia. Sanitary landfill yang dilengkapi dengan instalasi khusus pengolahan air sampah diperuntukkan bagi gunungan sampah lama. Anaerobic digestion (penghancuran menggunakan mikroorganisme) untuk sampah baru yang organik semacam kayu, daun, dan kertas akan menghasilkan biogas dan kompos. Sedangkan sampah baru yang kering seperti plastik, kaca, besi, dan bekas bangunan kebagian teknologi pirolisis dan gasifikasi atau pemanasan bersuhu tinggi tanpa oksigen. Biogas dari ketiga proses itulah yang akan dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin.
Dilihat dari sudut pandang pendidikan, dalam hal ini sudut pandang saya sebagai mahasiswa teknik elektro. Intinya pembangkitan listrik adalah menggerakkan turbin dengan energi. Tidak masalah energinya berasal dari bentuk apa pun. Mungkin energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah itu tidak besar sehingga tidak dapat menghasilkan listrik yang besar. Namun sebagai engineering, justru disitulah kita harus berperan. Bagaimana caranya meningkatkan energi dari hasil pengolahan sampai sehingga menjadi besar dan dapat menghasilkan listrik yang besar.
Akhir dari tulisan ini adalah pesan untuk kita semua, untuk memikirkan sebuah solusi yang cerdik untuk mengatasi permasalahan sampah dan energi daripada capai-capai berunjuk rasa menolak pembangunan PLTS.