Laman

28 April 2010

Tahajud dan Muhasabah Subuh dengan AA GYM

Well, kali ini aku mau nyeritain tentang acara tahajud dan muhasabah dengan AA GYM. Acara ini dilaksanakan pada pukul 03.30 – 06.00 tanggal 3 April 2010 di Mesjid Jogokariyan Yogyakarta. Acara seperti rutin dilaksanakan di mesjid ini.
Aku kesana bareng temen, kami berangkat pukul 02.45 WIB. Posisi awal kami ya kos masing-masing, kos kami berada di utara Fakultas Teknik UGM. Fiuh, udaranya masih dingin dan jalanan masih sepi. Hehe , kami sebenarnya tidak mengetahui secara pasti letak mesjid itu. Kami kesana hanya berbekal informasi dari teman. Kata temen letaknya dekat Jogjatronik. Orang yang tinggal di jogja kenal donk dengan tempat ini. Nah dari situ, kita lewati satu perempatan dulu, lurus terus dan pada perempatan kedua belok kanan. Kami pun menuruti informasi tersebut, ternyata benar saja mesjid itu ada disitu. Alhamdulillah kami tidak mengalami kesulitan untuk mencapai sana.
Tiba disana aku heran dengan yang mereka lakukan. Aku gak tahu mereka sedang solat apaan. Kami pun bertanya, kata orang yang disitu, mereka sedang solat tahajud. Hehe, oia, kami baru menyadari, acara ini aja bertema tahajud dan muhasabah dengan AA GYM. Waduh, mungkin karena masih ngantuk, kami masih belum tersadar. Kami pun ikut solat tahajud. Nah baru sekitar pukul 05.00 WIB acara muhasabah dimulai.
Muhasabah yang dipimpin oleh AA GYM disiarkan di 120 radio Indonesia dan Luar Negeri ( hehehe, kalo gak salah denger). Isinya kurang lebih menceritakan tentang jenis-jenis orang berdasarkan perilaku dan perkataannya.
AA GYM menyebutkan bahwa terkadang ucapan dengan hati itu tidak sama. Di depan baik, di belakang jelek. Harusnya di depan baik, di belakang pun baik. Lebih baik kita diam daripada tidak ada kecocokan seperti kasus di atas.
Jenis orang yang pertama adalah orang yang mulia. Orang yang mulia berhati-hati dalam ucapannya, ucapannya selalu terkontrol oleh hati. Dan orang yang seperti ini cirinya berakhlak, jika mendengar ucapannya maka kita menyebabkan kita mengingat Alloh, dan menjadi solusi.
Jenis orang kedua adalah orang yang biasa. Cirinya orang yang biasa adalah selalu menceritakan peristiwa. Misalnya dia melihat artis, kemudian menceritakan panjang lebar tentang artis tersebut dan cenderung menjadi negatif.
Jenis yang ketiga adalah orang yang rendahan. Cirinya orang yang rendahan adalah orang yang tidak mempunyai mimpi, dan selalu rendah, merasa dirinya tidak mampu. Jika ditanya, Anda ingin naik haji dan umrah? Dia menjawab, mana mungkin bisa, makan aja susah. Padahal kita tidak perlu memikirkan hal itu, karena Alloh berfirman Alloh akan memberikan rezeki dari tempat yang tidak terduga. Jadi rezeki itu bisa datang darimana aja dan tempat yang tidak terduga. Bahkan kita tidak memikirkan sebelumnya. Misalnya, seorang pembantu yang naik haji. Dia tidak punya uang, tapi dia diajak oleh majikannya. Karena majikannya tersebut mengalami sedikit kecelekaan kaki, sehingga perlu ada orang untuk membantu dalam berjalan. Benar-benar tidak terduga kan?
Jenis orang yang keempat adalah orang yang dangkal. Cirinya adalah selalu mengatakan kejelekan orang lain. Mereka berprasangka buruk terhadap sesuatu, padahal perlu diketahui bahwa dengan kita berprasangka buruk terhadap sesuatu maka kita akan cenderung mencari-cari alasan untuk membenarkan prasangka tersebut. Misalnya, seorang siswa A berprasangka buruk terhadap si B. Pada suatu waktu si A kehilangan pensil, dia langsung melihat si B. Pasti si B pencurinya, kata si A. Kemudian si B ngasih permen ke si A. Hmm, si B sok-sok baik. Saat si B berada di kelas sendirian, si A berprasangka si B sedang melakukan aksi pencurian lagi. Setelah si A pulang ke rumah, ternyata pensil tersebut dipinjam oleh adiknya. Jadinya si A telah berprasangka buruk seharian ke si A. Jadi prasangka awal buruk tersebut menjadi penyebab prasangka buruk selanjutnya. Mereka terus mencari-cari pembenaran terhadap prasangka tersebut.
Muhasabah yang singkat tersebut mengena sekali terhadap perilaku kita sehari-hari. Ayo teman-teman semua, marilah kita jaga perkataan kita. Sesuaikan perkataan dengan perbuatan. Karena setiap perkataan dan perbuatan yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di hari akhir nanti.
Hehe, sampai disini dulu ya teman-teman. Semoga bermanfaat!