Laman

28 September 2011

Upaya Menempuh Rute Hidup

Saat ini aku berumur 21 tahun. Di umur ini aku tengah menyelesaikan kuliah S1. Alhamdulillah peta hidup sudah terbuat, semoga lebih terarah dalam meraihnya.

Ternyata sudah lewat jam 12 malam, saatnya istirahat :D.

Rute Hidupku


Memang betul tidak ada yang tahu takdir setiap orang, namun bolehkan kalau merencanakan nasib kedepannya, kita berencana tuhanlah yang menentukan.

Berikut ini tahapan-tahapan yang kurencanakan:
Umur 22 tahun lulus S1 UGM
Umur 23 tahun lulus S2 UGM
Umur 23-25 tahun dapet kerjaan
Umur 25 tahun menikah (Amin)
Umur 26 tahun mulai kuliah S3 di Luar Negeri (?)
Umur 30 tahun lulus S3
Umur 30-40 tahun meniti karir di bidang kelistrikan baik nasional maupun internasional

24 September 2011

Dua hari Latihan Pendadaran

Pendadaran itu adalah ujian skripsi, disini kita mempresentasikan hasil penelitian kita dihadapan penguji. Mulai tahun sekarang, magatrika mengadakan pelatihan pendadaran, ini merupakan gebrakan baru dari ketua Magatrika. Latihan ini diadakan dua hari, yaitu pada hari jumat dan sabtu. Namun, saya cuman hadir pada hari kedua dikarenakan pada hari jumat bentrok dengan kuliah s2.

Keuntungan latihan ini, mahasiswa akan lebih mempersiapkan berbagai kemungkinan saat diuji kelak. Sekitar 16 orang tampil pada latihan ini. Sebagian dari mereka tampak sudah optimis, namun ada juga yang masih kurang persiapannya. Oke, semoga sukses mahasiswa teknik elektro angkatan 2007.

22 September 2011

Evaluate more, more, and more!

Saya termotivasi untuk semakin menjadi pribadi yang berkualitas. Semoga saya bisa berkarir di bidang electrical engineer. Saya terkesan kepada teman saya yang kualitasnya jauh di atas saya. Doakan saya teman-teman agar bisa setara dengan mereka.

Saya ingin bergabung dengan mereka, aktif dalam diskusi agar berlatih memberikan kontribusi nyata kepada negara Indonesia.

Tiada jalan lain selain evaluasi yang terus menerus. Semakin hari semakin baik. Mari berjuang kawan!

19 September 2011

Horee! Aku Anak S2 sekarang

Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa s2 dari jalur fast-track. Jalur ini memungkinkan saya memperoleh S1 dan S2 dalam waktu 5 tahun. Kuliah S2-nya dimulai pada semester 7 di kuliah S1. Jadi kuliah S2 nya sembari kuliah S1. Senang deh pokoknya :)

18 September 2011

Suram katamu !

Aku memiliki teman yang rendah hati sekali. Dia sering melakukan hal baik tanpa ingin diketahui oleh orang lain. Dia juga selalu mengagungkan teman-temannya dengan pujian-pujian. Bahkan dia tidak segan menyebutkan dirinya suram. Padahal taukah anda, dia itu orang yang sangat hebat, pemikirannya cemerlang, dan dia juga bisa lepas dari penjara pikiran. Dengan kata lain dia adalah outliers, dia bisa keluar dari kungkungan box.

Berdasarkan pemikiran saya, dia akan menjadi orang yang sukses. Sukses yang akan mengantarkan kepada kebahagiannya kelak.

Maturity in the Act

Manusia memiliki hasrat untuk memiliki dan mencapai sesuatu. Tetapi bagaimana jadinya kalau hasrat tersebut tidak ditunjang dengan kesabaran. Hal ini terlihat dari keinginan serba instan dalam memperoleh sesuatu.

Aku sekarang berumur 21 tahun, jika dibandingkan dengan orang lain yang seumuran denganku, saya termasuk orang yang belum dewasa. Dewasa yang saya maksud adalah dewasa ketika menghadapi dan menyikapi suatu permasalahan hidup. Aku sering kali bertindak dan berpikiran yang berujung pada pengambilan keputusan yang hanya berlaku saat itu, jarang berpikiran untuk kedepannya. Padahal banyak rencana yang dibuat untuk masa depan, tetapi keputusan awalnya selalu saja berbeda. Kenapa aku tidak berpikiran menyeluruh.

Sebenarnya kata-kata di atas itu berisi keluh kesah, sepertinya aku memang banyak berkeluh kesah, padahal sebaiknya adalah selalu bersyukur. Karena sebenarnya nikmat yang diberikan-Nya begitu besar.

Aku sering membayangkan, apakah saat aku berumur 30 tahun pemikiran dan kondisiku masih seperti ini? Begitu memprihatinkan kalau itu terjadi. lantas, jika memang ingin menjadi orang yang luar biasa tentunya lakukanlah hal yang luar biasa. Hilangkan sifat pemalu, berani saja jika itu memang benar.

Setiap orang mempunyai keterbatasan, tapi lampauilah keterbatasan itu. Batas itu untuk dipatahkan, tidak peduli seberapa besar menahanmu.