Ku berpikir sempurna, namun tak sempurna
Ku berpikir cacat, namun sempurna
Banyak hal yang ku tahu
Banyak hal yang ku tak tahu
Semua serba aneh
Entahlah
Ku tak mengerti
Sesuatu itu silih berganti
Senang susah pun silih berganti
Rasa ini sungguh aneh
Sekali lagi
Ku tak mengerti
29 September 2009
12 September 2009
Kuliah Sambil Kerja ?
Uang memang sering menjadi masalah. Masalah yang ditimbulkannya sangat besar, bahkan sampai dapat menggangu jiwa. Ada orang yang kenapa tipu ratusan juta menjadi stress, ada yang tidak dapat bersekolah, tidak dapat membeli sesuap nasi, dsb. Sebenarnya kalau ingat asal kita, seorang manusia yang diciptakan oleh Tuhan, yang tidak mempunyai apa, kita tidak perlu sampai stress, toh kita juga asalnya tidak mempunyai apa-apa. Tapi seperti tulisan-tulisan terdahulu, cara pikir kita itu sulit untuk dimengerti, perspektif kita tentang sesuatu kadang berubah-ubah.
Bagaimana dengan orang yang sedang kuliah alias mahasiswa? Mahasiswa pun memiliki banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi, apalagi kalau dia berasal dari keluarga kurang mampu dan hidup merantau, jauh dari sanak keluarga. Sering kali uang untuk biaya hidup itu kurang, sehingga dengan susah payah mereka mencari uang. Beruntung bagi saya, meski bukan dari kalangan yang berada, tetapi kebutuhan selama ini masih terpenuhi.
Oke, kita punya uang, tapi itu uang siapa? Uang dari orang tua kan? Menurut saya, kita perlu juga mandiri, perlu berkorban untuk memperoleh uang itu, biar kita tahu susahnya mendapatkan uang, dan pada akhirnya kita tidak akan sering mengeluh karena dikasih uang yang sedikit oleh orang tua. Oleh karena itu, kita bisa kerja, tetapi yang tidak memberatkan kuliah. Apalagi kerja yang benar-benar berhubungan dengan jurusan yang kita ambil. Selain kita mendapatkan upah, kita juga memperoleh ilmu yang tidak didapatkan dari bangku kuliah. Kuliah itu hanya memberikan dasar bagi kita, yang mengembangkannya tetap kita sendiri.
Anak komunikasi misalnya, mereka dapat mencari kerja menjadi penerjemah. Dengan menerjemahkan terebut mereka malah dapat mengasah keterampilan bahasa mereka. Calon guru dapat kerja menjadi guru les, guru privat, dll. Banyak pilihan kerja yang dapat kita lakukan dan berhubungan langsung dengan jurusan yang kita ambil. Selain itu, ternyata dengan banyak aktivitas yang kita lakukan, maka kita dapat memanajemen dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kita pun dapat terhindar dari sifat malas. Karena tips menghilangkan malas adalah dipaksakan. Memang berat, tetapi yang berat itu biasanya awal-awalnya saja.
Ok teman, mudah-mudah tulisan ini bermanfaat.
Bagaimana dengan orang yang sedang kuliah alias mahasiswa? Mahasiswa pun memiliki banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi, apalagi kalau dia berasal dari keluarga kurang mampu dan hidup merantau, jauh dari sanak keluarga. Sering kali uang untuk biaya hidup itu kurang, sehingga dengan susah payah mereka mencari uang. Beruntung bagi saya, meski bukan dari kalangan yang berada, tetapi kebutuhan selama ini masih terpenuhi.
Oke, kita punya uang, tapi itu uang siapa? Uang dari orang tua kan? Menurut saya, kita perlu juga mandiri, perlu berkorban untuk memperoleh uang itu, biar kita tahu susahnya mendapatkan uang, dan pada akhirnya kita tidak akan sering mengeluh karena dikasih uang yang sedikit oleh orang tua. Oleh karena itu, kita bisa kerja, tetapi yang tidak memberatkan kuliah. Apalagi kerja yang benar-benar berhubungan dengan jurusan yang kita ambil. Selain kita mendapatkan upah, kita juga memperoleh ilmu yang tidak didapatkan dari bangku kuliah. Kuliah itu hanya memberikan dasar bagi kita, yang mengembangkannya tetap kita sendiri.
Anak komunikasi misalnya, mereka dapat mencari kerja menjadi penerjemah. Dengan menerjemahkan terebut mereka malah dapat mengasah keterampilan bahasa mereka. Calon guru dapat kerja menjadi guru les, guru privat, dll. Banyak pilihan kerja yang dapat kita lakukan dan berhubungan langsung dengan jurusan yang kita ambil. Selain itu, ternyata dengan banyak aktivitas yang kita lakukan, maka kita dapat memanajemen dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kita pun dapat terhindar dari sifat malas. Karena tips menghilangkan malas adalah dipaksakan. Memang berat, tetapi yang berat itu biasanya awal-awalnya saja.
Ok teman, mudah-mudah tulisan ini bermanfaat.
Inspirasi? Motivasi? Tujuan?
Apa sih inspirasi itu? Bagi saya inspirasi itu adalah landasan untuk mewujudkan suatu hal atau keinginan. Mana kala inspirasi itu datang maka cepat wujudkanlah. Karena jika kita menundanya, besar kemungkinan inspirasi itu hilang entah kemana. Kemalasan, takut tidak berhasil, biasanya faktor penyebab kita tidak berhasil mewujudkannya. Setelah inspirasi datang maka perkuatlah motivasi pada diri anda sendiri. Saya biasanya mudah termotivasi jika melihat orang sukses. Saya ingin seperti orang itu. Tentunya masing-masing dari kita berbeda satu sama lainnya untuk mendapatkan motivasi.
Detik ini pun saya mulai mau menulis lagi karena terinspirasi setelah membaca blog teman saya. Saya kagum dengan cara dia menyampaikan idenya, tulisannya enak dibaca, dan mengalir seperti tanpa beban. Beda banget dengan tulisan-tulisan yang saya buat, sungguh tak beraturan (he..). Tapi tak apalah, sedikit bercuap-cuap di blog ini. Sayang juga kalau gak diisi.
Hal yang paling penting lagi adalah tujuan. Jika kita mempunyai tujuan yang jelas dan terarah, maka kita akan berusaha mewujudkannya, walaupun banyak hal yang menghalangi kita. Tak dipungkiri, pikiran kita memang suka berubah-berubah. Saat ini semangatnya mengggebu-gebu, tak lama kemudian padam, dan parahnya melupakan apa tujuan kita itu. Saya pikir , solusi terbaiknya adalah sering merenung, sering mengevaluasi diri. Setiap malam, sebelum kita tidur, renungkan apa yang telah kita lakukan pada siang hari tadi, apakah sesuai dengan yang kita harapkan, apakah sesuai dengan tujuan kita. Dan pikirkan pula apa yang dilakukan untuk esok harinya. Ingatlah teman-teman, waktu yang pernah kita lewati tidak akan kita lewati lagi, hanya satu kali kita merasakan hari kemarin, dan hanya satu kali pula kita melewati masa depan. Semua yang telah terjadi pada masa lalu adalah pembelajaran bagi kita, dan masa depan kita adalah sesuatu yang ada ditangan kita masing-masing. Kita masih bisa mengusahakan dan merencanakan masa depan.
Semua orang tentu ingin sejahtera hidupnya, maka hindarilah kemalasan, karena ada suatu peribahasa yang menyebutkan :
“Laziness makes a man so slow that poverty soon overtake him”
(kemalasan membuat seseorang begitu lamban sehingga kemiskinan segera menyusul).
Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua.
Detik ini pun saya mulai mau menulis lagi karena terinspirasi setelah membaca blog teman saya. Saya kagum dengan cara dia menyampaikan idenya, tulisannya enak dibaca, dan mengalir seperti tanpa beban. Beda banget dengan tulisan-tulisan yang saya buat, sungguh tak beraturan (he..). Tapi tak apalah, sedikit bercuap-cuap di blog ini. Sayang juga kalau gak diisi.
Hal yang paling penting lagi adalah tujuan. Jika kita mempunyai tujuan yang jelas dan terarah, maka kita akan berusaha mewujudkannya, walaupun banyak hal yang menghalangi kita. Tak dipungkiri, pikiran kita memang suka berubah-berubah. Saat ini semangatnya mengggebu-gebu, tak lama kemudian padam, dan parahnya melupakan apa tujuan kita itu. Saya pikir , solusi terbaiknya adalah sering merenung, sering mengevaluasi diri. Setiap malam, sebelum kita tidur, renungkan apa yang telah kita lakukan pada siang hari tadi, apakah sesuai dengan yang kita harapkan, apakah sesuai dengan tujuan kita. Dan pikirkan pula apa yang dilakukan untuk esok harinya. Ingatlah teman-teman, waktu yang pernah kita lewati tidak akan kita lewati lagi, hanya satu kali kita merasakan hari kemarin, dan hanya satu kali pula kita melewati masa depan. Semua yang telah terjadi pada masa lalu adalah pembelajaran bagi kita, dan masa depan kita adalah sesuatu yang ada ditangan kita masing-masing. Kita masih bisa mengusahakan dan merencanakan masa depan.
Semua orang tentu ingin sejahtera hidupnya, maka hindarilah kemalasan, karena ada suatu peribahasa yang menyebutkan :
“Laziness makes a man so slow that poverty soon overtake him”
(kemalasan membuat seseorang begitu lamban sehingga kemiskinan segera menyusul).
Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua.
Future? I Don't Know
Memperoleh masa depan yang lebih baik sangat didambakan oleh setiap orang. Bagi saya masa depan itu adalah belajar yang tekun agar berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Saat ini, saya kuliah di jurusan teknik elektro. Jurusan yang membingungkan bagi saya, mungkin karena dasar elektro saya sangat buruk. Tetapi meski demikian, saya harus tetap berusaha.
Kuliah itu banyak sekali kendalanya, lebih-lebih bagi orang yang ngkost. Kendala tersebut dapat berupa percintaan, pertemanan, persahabatan, lingkungan sekitar, dan kendala terbesar ada pada diri kita sendiri. Saya sering kali mengalami konflik batin, dan kita dituntut memilih sebuah solusi yang terbaik.
Hidup itu sungguh kompleks, hidup sunguh tak ku mengerti, banyak hal bertentangan yang saya lakukan. Tetapi, lebih baik kita melihat hidup itu sebagai sesuatu yang sederhana. Kesederhanaan itu tercermin pada tujuan kita hidup. Kita hidup untuk memperoleh bekal tuk kehidupan kita setelah mati. Jika kita mempunyai pola pikir itu, semua tindakan kita akan menjurus ke tujuan tersebut.
Namun, saya tahu, berpikir sederhana itu sungguh sulit. Kita selalu terpikirkan masa depan kita. Akan seperti apa kita setahun, dua tahun, tiga tahun, bahkan sampai umur terakhir kita? Saya juga sering bingung, apakah yang saya lakukan sekarang ini adalah sesuatu yang akan memberikan kebahagian kepada kita nanti, di dunia dan akhirat? Sungguh tak tahu. Tapi teman-teman, hanya memikirkan tanpa bertindak, itu bukan solusinya. Lakukan yang terbaik demi masa depan kita mulai dari detik ini. Jangan menunda-nunda masalah kita. Selesaikan dengan bijaksana.
Kuliah itu banyak sekali kendalanya, lebih-lebih bagi orang yang ngkost. Kendala tersebut dapat berupa percintaan, pertemanan, persahabatan, lingkungan sekitar, dan kendala terbesar ada pada diri kita sendiri. Saya sering kali mengalami konflik batin, dan kita dituntut memilih sebuah solusi yang terbaik.
Hidup itu sungguh kompleks, hidup sunguh tak ku mengerti, banyak hal bertentangan yang saya lakukan. Tetapi, lebih baik kita melihat hidup itu sebagai sesuatu yang sederhana. Kesederhanaan itu tercermin pada tujuan kita hidup. Kita hidup untuk memperoleh bekal tuk kehidupan kita setelah mati. Jika kita mempunyai pola pikir itu, semua tindakan kita akan menjurus ke tujuan tersebut.
Namun, saya tahu, berpikir sederhana itu sungguh sulit. Kita selalu terpikirkan masa depan kita. Akan seperti apa kita setahun, dua tahun, tiga tahun, bahkan sampai umur terakhir kita? Saya juga sering bingung, apakah yang saya lakukan sekarang ini adalah sesuatu yang akan memberikan kebahagian kepada kita nanti, di dunia dan akhirat? Sungguh tak tahu. Tapi teman-teman, hanya memikirkan tanpa bertindak, itu bukan solusinya. Lakukan yang terbaik demi masa depan kita mulai dari detik ini. Jangan menunda-nunda masalah kita. Selesaikan dengan bijaksana.
Langganan:
Komentar (Atom)