Uang memang sering menjadi masalah. Masalah yang ditimbulkannya sangat besar, bahkan sampai dapat menggangu jiwa. Ada orang yang kenapa tipu ratusan juta menjadi stress, ada yang tidak dapat bersekolah, tidak dapat membeli sesuap nasi, dsb. Sebenarnya kalau ingat asal kita, seorang manusia yang diciptakan oleh Tuhan, yang tidak mempunyai apa, kita tidak perlu sampai stress, toh kita juga asalnya tidak mempunyai apa-apa. Tapi seperti tulisan-tulisan terdahulu, cara pikir kita itu sulit untuk dimengerti, perspektif kita tentang sesuatu kadang berubah-ubah.
Bagaimana dengan orang yang sedang kuliah alias mahasiswa? Mahasiswa pun memiliki banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi, apalagi kalau dia berasal dari keluarga kurang mampu dan hidup merantau, jauh dari sanak keluarga. Sering kali uang untuk biaya hidup itu kurang, sehingga dengan susah payah mereka mencari uang. Beruntung bagi saya, meski bukan dari kalangan yang berada, tetapi kebutuhan selama ini masih terpenuhi.
Oke, kita punya uang, tapi itu uang siapa? Uang dari orang tua kan? Menurut saya, kita perlu juga mandiri, perlu berkorban untuk memperoleh uang itu, biar kita tahu susahnya mendapatkan uang, dan pada akhirnya kita tidak akan sering mengeluh karena dikasih uang yang sedikit oleh orang tua. Oleh karena itu, kita bisa kerja, tetapi yang tidak memberatkan kuliah. Apalagi kerja yang benar-benar berhubungan dengan jurusan yang kita ambil. Selain kita mendapatkan upah, kita juga memperoleh ilmu yang tidak didapatkan dari bangku kuliah. Kuliah itu hanya memberikan dasar bagi kita, yang mengembangkannya tetap kita sendiri.
Anak komunikasi misalnya, mereka dapat mencari kerja menjadi penerjemah. Dengan menerjemahkan terebut mereka malah dapat mengasah keterampilan bahasa mereka. Calon guru dapat kerja menjadi guru les, guru privat, dll. Banyak pilihan kerja yang dapat kita lakukan dan berhubungan langsung dengan jurusan yang kita ambil. Selain itu, ternyata dengan banyak aktivitas yang kita lakukan, maka kita dapat memanajemen dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kita pun dapat terhindar dari sifat malas. Karena tips menghilangkan malas adalah dipaksakan. Memang berat, tetapi yang berat itu biasanya awal-awalnya saja.
Ok teman, mudah-mudah tulisan ini bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar