Laman

22 Maret 2010

Donor Darah Perdanaku!

Teman-teman, kalian udah taukan donor darah? Yups, donor darah artinya kita menyumbangkan sebagian darah kita untuk orang lain yang membutuhkan.

Aku belum tahu banyak mengenai donor darah, yang aku tau kita bisa menyumbangkan darah secara sukarela kepada PMI.

Aku dulu ga mau donorin darah, soalnya aku takut banget. Bukan masalah takut jarumnya, tapi takut ketahuan kita punya penyakit. Kan nanti ketahuan juga kalo kita punya penyakit. Alhamdulillah seiring dengan kedewasaan, paradigma itu telah berubah, dan sekarang aku berani. Hehe, walaupun baru satu kali donorin darah.

Aku awalnya gak ada niat untuk donorin darah, tapi kesempatan itu datang. Jadi ada temen aku yang ngsms, dia bilang bakalan ada donor darah. Terus aku mikir ini adalah kesempatan baik agar aku berani dan kesempatan untuk nolong orang. Setelah itu, aku langsung cari info tentang donor darah. Aku nyari infonya dari internet, katanya agar kita bisa mendonorkan darah kita harus memenuhi syarat. Syaratnya berat badan kita harus lebih dari 45 kg, tekanan darah normal, dll. Tar cari dan tanya info lengkapnya ke PMI aja ya biar tepat akurat, hehe. Oia katanya juga, jika kita mendonorkan darah kita 3 bulan sekali maka kita dapat menjadi lebih sehat. Untuk lebih jelasnya, tanya sendiri juga ya.

Pas hari H, saya jadi tambah cemas, waduh malah cemas ya. Harusnya tenang, tapi wajarkan baru pertama kali. He, sebelum donor, awalnya kita ngisi formulir pendaftaran terus dilakukan pengecekan sederhana. Jika kita lolos maka proses pendonoran darah akan dilakukan. Saya pun lolos pengecekan, haduh, jadi deh diambil darah.

Aku pun berbaring di kasurnya, terus dicek dulu berapa tensinya, tensiku waktu itu kalo gak salah 130, yang wajar sih 80 katanya, hah, kurang ngerti aku. Udah ah, yang penting normal.

Hmm ini nih tiba saatnya, jarum pun ditusukkan ke lenganku, huaaaah... hehe, berlebihan ya, gak sakit ko teman-teman. Gak kerasa malah..

Tapi saya kurang beruntung pas donorin darah, ya kan disitu ada dua kasur, nah kasur tempatku itu di pinggir lokasi pendonoran. Lokasi pendonorannya di KPTU UGM, bangunannya, bangunan terbuka gitu. Jadi otomatis yang paling pinggir kena terik matahari langsung. Akibatnya pas donorin darah, aku ngeluarin banyak keringat dan pucat.

Tapi setelah itu baik-baik aja ko. Dan sekarang gak takut lagi dengan yang namanya donor darah. So, bagi teman-teman yang takut donor darah, jangan takut ya. Kapan lagi kita bisa beramal dengan gratis? Dan setetes darah kalian, adalah nyawa bagi mereka yang membutuhkan.

02 Maret 2010

Liburan Murah ke Lombok

Pengen Liburan Murah? Wajib baca note ini...

Well, ni sy mau bagi-bagi sedikit pengalaman, Liburan Murah ke Lombok! Hehe, ya bisa dibilang murah karena, kami akan menginap di rumah teman sy asal Lombok sana. Hoho, jadi makan dan akomodasi dy yang tanggung! Hehe, kalo gak gitu mah, mana sy berani ke Lombok dengan budget tipis kayak gini... =p
Jadilah kami berlima, mahasiswa Teknik Elektro UGM 2008, sy sendiri Redha, Papank, Una, Yohan, dan Reza sendiri sebagai tuan rumah, menyusun rencana buat ke Lombok!
Secara singkat, begini rute perjalanan kami :
Jogjakarta – Surabaya, via KA Ekonomi Gaya Baru Malam Selatan
Surabaya – Mataram, via pesawat Lion Air
Mataram – Bali, via KMP + angkot
Bali - Jember, via bus ekonomi, AKAS ASRI + KMP
Jember – Jogjakarta, via bus AC Tarip Biasa, AKAS ASRI

Jumat, 22 Januari 2010
START! Yah, kami berlima berangkat dari Jogja. Dari kosan sy di daerah Blimbingsari kami berkumpul. Lalu menuju Stasiun Lempuyangan dengan taksi (Rp 20.000,00). Kami akan menumpang KA Ekonomi, Gaya Baru Malam Selatan, jurusan Jakarta – Surabaya. Yah, kami akan menuju ke Suarabaya terlebih dahulu. Tiket kereta = Rp 26.000,00/orang. Oya, tiket KA Ekonomi, hanya bisa dibeli sesaat sebelum keberangkatan saja. Makanya, waktu kami datang pada pukul 20.30, pembelian tiket untuk kereta GBMS kami belum dilayani. Di jadwal, kereta tersebut berangkat pada pukul 21.35 dan sampai pada pukul 03.25. Namun, kereta baru datang sekitar pukul 22.30. Hmm, agak menjengkelkan juga sih, pake telat segala. Naek kereta, waduuh, udah penuuh puooll!! Kebanyakan penumpang dari Jakarta gitu. Mpe dijalan2 dalam kereta dipake buat duduk segala. Hadu, ya mau gimana lagi, akhirnya kami berdiri lebih dahulu. Duduk pun juga mepet-mepetan segala. Baru akhirnya sampai Stasiun Solo Balapan, dimana penumpang banyak yang turun, kami dapat tempat duduk! Hore!!

Sabtu, 23 Januari 2010
Akhirnya, sampai juga di Surabaya. Kami turun di Stasiun Surabaya Gubeng. Dengan pertimbangan, stasiun ini berada di pusat Kota Surabaya, sehingga kami dapat menghabiskan waktu di Surabaya sembari menunggu pesawat yang dijadwalkan pukul 14.30. Ketika sy lihat jam, ternyata baru pukul 03.20! Padahal perkiraan kami, kereta baru sampai sekitar 04.30. Nice pak masinis! =D
Yah, tujuan sy adalah Tunjungan Plaza dan sekitarnya, salah satu mall terbesar di Surabaya, hehe. Deket kok dari Stasiun Gubeng, yah, kira-kira 800 meter gitu. Pokoknya, pagi itu, kami jalan-jalan aja tuh menyusuri Jalan Pemuda dan Jalan Gubernur Suryo, menikmati pagi hari di Surabaya. hmm, sungguh menyenangkan! Sy pun tak melewatkan mencicipi Lontong Balap (Rp 5.000,00), makanan khas Surabaya! Hmm, ternyata begini toh rasanya... Campuran lontong dengan tauge, tahu, “lentho” dan disiram dengan kuah berkaldu. Tak lupa dengan taburan bawang goreng plus seledri, nikmat sekali rasanya!! Hmm, tapi sayang sekali, sy tidak mencicipi sate kerangnya. Pokoknya, wajib nyoba nasi rawon, lontong balap, rujak cingur, kalo maen ke Suarabaya!
Setelah puas berjalan-jalan, waktu masih pukul 9.00 WIB, kami piun memutuskan berangkat ke Bandara Juanda. Ada 2 alternatif, bisa dengan bus kota, ke arah Terminal Bungurasih dahulu, dengan tarif Rp 5.000,00 (kalo gak salah, untuk Damri AC). Lalu lanjut ke bandara dengan bus Damri AC, Rp 20.000,00 karena hanya bus inilah yang membawa ke arah bandara tersebut. Setelah kalkulasi biaya, kami akhirnya memutuskan untuk memilih taksi untuk ke bandara. Setelah di nego, akhirnya didapat taksi seharga Rp 100.000,00. Ini lebih murah jatuhnya daripada dengan bus tadi.
Perjalanan sekitar 20 menit saja. Deket kok. Akhirnya, nyampe juga di Bandara Internasional Juanda. Wehe, gedhe juga nih bandara. Take picture lagi dah pokoknya buat ngisi waktu. Setelah shalat dzuhur, Reza pun cetak tiket pesawat. Tiket tersebut kami dapat seharga Rp 269.000,00 dengan maskapai Lion Air. Plus biaya bandara sebesar Rp 30.000,00. Kemudian, kami check in dalam bandara, sembari menunggu pesawat. Oya, tiket sy hilang setengah jam sebelum keberangkatan! Hehe, parah gila yak... jadwal penerbangan juga kurang tepat sy rasa. Karena pada pukul 14.30, sy masih berada di ruang chck in. Yaph, perjalanan sekitar 45 menit. Dan akhirnya sy sampai di Bandara Selaparang, Mataram... Oya, jangan lupa untuk mengeset jam menjadi WITA (Waktu Indonesia Tengah), dimajuin 1 jam gitu deh.
Sampai dirumah, kami pun disambut oleh mamanya Reza, wah, beliau sangat baik kepada kami. Semua makanan dan akomodasi selama di Lombok, beliau yang tanggung. Mandi dan makan, kami pun kmudian istirahat sebentar.
Malamnya, kami sekeluarga keluar ke daerah Udayana, ya semacam tempat nongkrong gitu di Mataram, di sisi jalan utama Kota Mataram. Kami pun mencoba “Sate Bulayak” yang merupakan makanan khas Lombok. Jadi, sate ayam seperti biasa, namun dengan lontong yang berbentuk memanjang dilapisi daun pisang. Sekilas bentuknya seperti pensil. Hmm, lumayan juga sih. Oyah, kebanyakan makanan Lombok itu pedas-pedas, jadi sy kurang begitu bisa menikmatinya, hehe, maklum, sy tidak suka pedas. Lanjut ke tepi Pantai Senggigi, tepatnya di bagian bukit yang mengelilingi pantai tersebut. Kami pun menikmati kelapa muda. Nikmat sekali, walau mata terasa mengantuk sekali. Hoaamm...

Minggu, 24 Januari 2010
Hpy bday for myself! Hehehe, yah, hari ini sy berulang tahun. 20 tahun! Semoga Redha bisa jadi kebih baek... Amin... =)
Yah, agenda hari ini adalah piknik keluarga ke Pantai Tanjung Aan. Perjalanan cukup jauh, sekitar 1,5 jam. Karena lokasinya terletak di Lombok Tengah. Pertama kali samapai, yaitu di Pantai Kuta, subhanallah... Baguuus buangeeeeetttt!!! Biru yang benar-benar sempurnaaa!! Dengan pasir yang putih bersih, dan pantai yang sepi, sempurna sekali lukisan Yang Maha Kuasa ini!! Tak lama kami disana, karena tujuan kami sebenarnya adalah Pantai Tanjung Aan, yang lebih sepi dan lebih enakan gitu tempatanya. Perjalanan lanjut lagi skitar 15 menit. Uaahhh... Kesan pertama adalah silau! Ya! Pasir pantai yang begitu putih membuat mata sy silau karenanya. Pantai ini sepiii banget, cuman segelintir keluarga saja yang datang di pantai ini. Tak sabar, langsung saja sy nyemplung ke pantai! Jangan lupa pakai body lotion anti sinar UV, karena cuacanya benar-benar panas dan terik! So hot in here...
Berenang-renang, bercanda-canda, di pantai nan sungguh indah ini. Sejauh mata memandang hanyalah hamparan laut biru nan cantik, dikelilingi bukit berwarna hijau di sisi dan kanannya. Tak ada ombak di panatai ini. Airnya sungguh tenang, dan rasanya begitu asin. Ya, kerena pantai ini masih alami, jauh dari peradaban. Setelah cukup berenang, kami pun makan siang. Yah, makan siang di tepi pantai, wah, sungguh nikmat dan indahnya... Mamanya Reza masak shabu-shabu, hehe, jadi merasa spesial banget dah di siang hari ini, ulang tahun ku lagi!! Campuran daging dan udang begitu nikmat sekaliii... Mantaaapp.... Habis itu renang lagi, lalu bilas, meski tempatnya minim banget >.<, terus pulang deh, hehe, senangnya...
Waktu pulang dari Tanjung Aan, jangn lupa mampir ke desa adatnya Lombok. Namanya Desa Sade. Ni atepnya masih pake jerami gitu. Wah, tradisional banget deh pokoknya! Beli juga tuh tenunan khas sini, murah kok. Kalo gak salah Rp 30.000,00 udah kena tuh...
Malemnya, terkapar dengan kulit terbakar... hehe... Very fantastic and unforgetable day!!

Senin, 25 Januari 2010
Time to Senggigi Beach! Yah, agenda hari ini adalah ke Pantai Senggigi. Sekitar 4 km saja dari rumah Reza. Karena ni pantai paling deket dari pusat Kota Mataram. Banyak hotel-hotel mewah dan penginapan di sekitranya. Tapi tak seramai di Bali. Macam shoping center disini masih sedikit, mungkin karena belum banyak yang berminat investasi ya.
HTM cuman Rp 1.000,00. Malah kata Reza, biasanya gak mbayar (dia sempet kesel gara-gara bayar,hehe). Pantai yang bagus juga, tapi masih bagusan yang di Tanjung Aan kemaren. Dan sekali lagi, sepi... Beda kayak Bali yang udah rame dengan orang-orang. Kebanyakan bule-bule lagi jemuran gitu deh di depan hotel mereka.
Disini sewa macem-macem peralatan buat main di air. Sy pun minjem kano, Rp 10.000,00 buat yang berkapasitas 1 orang gitu, dan Rp 15.000,00 buat yang 2 orang. Terserah deh mau make mpe kapan! Hehe, asik banget deh maen kano di pantai... Airnya jernih, biru, tenang, gak ada ombak... Waaah, betah banget deh pokoknya, leha-leha di pantai segala mpe ketiduran (karena tempatnya ndukung dan sepii). Setelah puas, kami pun bilas (Rp 2.000,00). Lalu makan siang di Mataram! Khas Mataram, ada Ayam Taliwang, plecing kangkung... Pedaass...
Malamnya, kami putar-putar Mataram. Rame juga kok kotanya... Gak sesepi yang sy bayangkan. Namun yang disayangkan, ni orang-orang demen banget kebut-kebutan naek motor, gak pake helm lagi, dengan knalpot broong,, hmm, ngganggu banget, ngeri. Terbukti banyak banget motor Satria F-150 yang berkeliaran.

Selasa, 26 Januari 2010
Yah, Gili Trawangan, itulah yang ada di benak kami. Maka kami pun akan menginap di pulau tersebut untuk 2 hari kedepan. Oya, ketambahan satu orang lagi ni, temennya Reza, namanya Chimink... Sebelumnya, kami mengumpulkan uang masing-masing Rp 100.000,00 untuk biaya selama di Gili Trawangan. Biar gampang kalo mbayar-mbayar. Berangkat dari rumah Reza jam 7.30 WITA, menuju ke pangkalan angkot. naek angkot Rp 1.000,00 tiap orang. Sampai sana, akhirnya kami dapat angkot seharga Rp 50.000,00. Yah, angkot itu kita sewa gitu ceritanya, daripada kelamaan nunggu angkot putih (angkot yang bawa ke pelabuhan,dengan biaya sekitar Rp 5.000,00). Perjalanan cukup jauh, sekitar 1 jam. kKtika kami melewati hutan, dan berhenti sejenak untuk melihat kawanan monyet di hutan tersebut yang masih asri.
Kemudian disambung dengan cidomo (cikar,dokar,motor), kendaraan yang ditarik kuda, menuju ke pelabuhan yang berjarak sekitar 500 meter. Biaya = Rp 10.000,00. Pokoknya harus pandai-pandai nawar deh...
Di pelabuhan, kami pun menunggu motor boat yang membawa kami ke Gili Trawangan. Tiketnya Rp 10.000,00 tiap orang. Oyah, gili dalam bahasa Sasak artinya adalah pulau kecil. Nah, di hadapan kami, sudah terhampar 3 Gili. Yaitu Gili Trawangan, Gili Air, dan gili Meno. Kami memilih ke Gili Trawangan karena merupakan gili yang paling ramai dan lengkap daripada Gili Air dan Gili Meno. Perjalanan sekitar 30 menit gt.
Sampai disana,cari penginapan, akhinya dapet yg murah lagi! Rp 75.000,00 itu buat bertiga gitu! Siangnya, jalan kaki muter-muter pulau gitu. Widiiiuw, ni pulau asik banget! Disini gak boleh ada kendaraan bermotor. Banyak penginapan-penginapa ukuran sedang gt deh. Pantainya, lamak, bersih nian. Banyak banget bulenya dibanding traveller dari lokal gt. Serasa diluar negri deh pokoknya! Mantap! Sorenya, gak tahan lihat air laut, sy pun nyemplung! Hehe, matep banget dan bersih deh lautnya! Dijamin! Malam pun tiba. Mau makan malam, cari yg murah lagi donk! Nasi rames gak pake minum dihargai Rp 8.000,00. Kalo mau makan yg mahal mah banyak banget, karena disini banyak pula cafe-cafe yang menawarkan makanan dan minuman berkelas! Eits, jgn mpe nyoba yg beralkohol lho yak! Akhirnya kami tidur pkl 23.30. Sungguh hari yg indah!

Rabu, 27 Januari 2010
Pagi!! Waah, pagi yg indah. Pkl 6.00 kami oun bergegas keluar dr penginapan, untuk menikmati sunrise! Wah, pantainya sepi banget, soalnya bule-bule belum pd bangun tuh. So swet banget dah sunrise di Gili Trawangan ini. Lalu, kami menyewa sepeda, harganya = Rp 15.000,00/jam untuk tiap orangnya. Jangan lupa ditawar-tawar. Next, kami pun akan mengelilingi pulau ini! Yah, bersepeda keliling pulau, kapan lagi coba... =) Sungguh indah nian pulau ini, pemandangan berbeda-beda akan Anda dapati di tiap sisi di pulau ini. Gak kerasa, 40 menit sudah kami tempuh dengan sepeda, terkelilingi juga Gili Trawangan ini! Mantep deh pokoknya! Habis itu, sarapan lagi, sama kayak kemaren menunya... =)
Habis itu, kami snorkling! Sewa google/kacamata renang plus selangnya = Rp 15.000,00 kalo plus kaki kataknya jadi Rp 20.000,00. Waktu pakai = sepuasnya! Jangan lupa ditawar-tawar lagi tuh, karena kami dapet sepatu kataknya “free”. Koral di lautnya, aduuiih, alamak, baguus buangeeeettt! Kayak punya akuarium raksasa deh! =) Ikannya warna-warni, seliweran di deket kita gitu. Ada yg biru sampai kuning pun lumayan lengkap! Puas banget deeeh...
Akhirnya, pkl 10.00, kami pun harus segera berkemas. Jangan lupa ambil pasir dan kerang-kerangan di Gili Trawangan ini, alternatif oleh-oleh yg murah buat teman-teman, hehe! Next, berkemas, dan kami kembali ke Lombok. Kapal = Rp 10.000,00 dan angkot untuk pulang = Rp 10.000,00/orang, sayang, kali ini kami dapet lebih mahal daripada berangkatnya. Malamnya, kami diajak ke Mataram, untuk makan malam. Menunya tak lain adalah Ayam Taliwang (free), wah, khas Lombok banget nih! Pokoknya harus coba kalo Anda maen ke Lombok!

Kamis, 28 Januari 2010
Huhuhu... Hari terakhir sebelum sy pulang. Yah, diisi dengan jalan-jalan ke Pura Lingsar, suatu pura yang cukup besar di Mataram. Sama ke Pemandian Narmada, yg dulunya dipake buat tempat tinggal raja gitu. HTM = Rp 5.000,00 trus kalo mau nyemplung ke kolam renangnya nambah Rp 5.000,00. Widiieh, aernya beneran dingiiin banget! Brbrbrbr.... Trus balik kerumah. Dan siangny, ditemani mamanya Reza, berburu oleh-oleh! Beli mutiara, dengan harga variatif, ada yg Rp 50.000,00/biji, untuk yg warna gold, dan Rp 25.000,00/biji untuk yg warna putih. Keduanya itu mutiara air laut. Untuk yg air tawar dibanderol jauh lebih murah. Tasbih yg isinya 99 biji bisa kena Rp 25.000,00. Pokoknya pinter-pinter nawar deeh. Kalung ada mutiaranya jg dibanderol Rp 8.000,00. Jangan lupa beli dodol rumput laut. Sama kaos bertuliskan Lombok2an gt dihargai Rp 15.000,00-Rp 20.000,00. Belinya di pasar tradisionalnya aja, biar dapet murah. Jangan di tempat wisata. Malamnya sy diajak maen futsal di salah satu mall di Lombok, hehe, lumayan juga tempatnya, meski tergolong sepi.

Jumat, 29 Januari 2010
Hiks, saatnya berpisah dengan Lombok. Ya, sy harus pulang. Kali ini sy tempuh dengan estafet. Dari Mataram, kami diantar ke Pelabuhan Lembar. Langsung naik kapal dengan harga tiket Rp 31.000,00. Perjalanan pun cukup lama, yaitu sekitar 5 jam. Yah, 5 jam dilaut, sebuah hal yang cukup menarik tebtunya. Sy jg bisa mengetahui berbagai kebudayaan dari berbagai tempat di Indonesia dari penumnpang kapal tersbut. Akhirnya samapi juga di Pelabuhan Padang Bai, Bali. Lanjut ke Denpasar dengan naek angkot, seharga Rp 35.000,00/orang.
Mau tahu perjalanan sy di Bali hingga kembali ke Jogja? Dengan hijrah di Bali dan Jember?
Baca lanjutan notes ini... =D

Note ini ditulis oleh temen saya, Rifqy Redha... Thanks atas izinnya untuk posting di blog ini..

15 November 2009

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Sampah sering kali menjadi sumber masalah dalam kehidupan kita sehari-hari. Bencana banjir, sumber penyakit adalah beberapa contoh masalah tersebut. Pembuatan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) malah menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitarnya. Apalagi kalau TPS tersebut berdekatan dengan area pemukiman. Bau yang menyengat mungkin suatu hal yang tidak asing lagi.
Masalah lain dalam kehidupan kita adalah masalah energi khususnya energi listrik. Kita mungkin merasakan adanya pemadaman listrik secara bergiliran, hal itu dilakukan agar kebutuhan energi listrik dapat terpenuhi. Jika kita berpikir kreatif kenapa tidak sampah-sampah yang menjadi sumber masalah tersebut dijadikan sumber tenaga untuk membangkitkan energi listrik.
Seperti biasa, jika ada hal yang baru maka akan ada pro dan kontra. Namun, hal itu bisa dikesampingkan terlebih dahulu, yang terpenting adalah mengetahui teknologinya. Teknologi bagaimana cara mengubah sampah menjadi energi.
Caranya, dengan sekaligus menggabungkan tiga alternatif pengelolaan sampah: sanitary landfill, anaerobic digestion, dan gasification. Sebuah instalasi terpadu pertama yang dicoba dibangun di Indonesia. Sanitary landfill yang dilengkapi dengan instalasi khusus pengolahan air sampah diperuntukkan bagi gunungan sampah lama. Anaerobic digestion (penghancuran menggunakan mikroorganisme) untuk sampah baru yang organik semacam kayu, daun, dan kertas akan menghasilkan biogas dan kompos. Sedangkan sampah baru yang kering seperti plastik, kaca, besi, dan bekas bangunan kebagian teknologi pirolisis dan gasifikasi atau pemanasan bersuhu tinggi tanpa oksigen. Biogas dari ketiga proses itulah yang akan dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin.
Dilihat dari sudut pandang pendidikan, dalam hal ini sudut pandang saya sebagai mahasiswa teknik elektro. Intinya pembangkitan listrik adalah menggerakkan turbin dengan energi. Tidak masalah energinya berasal dari bentuk apa pun. Mungkin energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah itu tidak besar sehingga tidak dapat menghasilkan listrik yang besar. Namun sebagai engineering, justru disitulah kita harus berperan. Bagaimana caranya meningkatkan energi dari hasil pengolahan sampai sehingga menjadi besar dan dapat menghasilkan listrik yang besar.
Akhir dari tulisan ini adalah pesan untuk kita semua, untuk memikirkan sebuah solusi yang cerdik untuk mengatasi permasalahan sampah dan energi daripada capai-capai berunjuk rasa menolak pembangunan PLTS.

29 September 2009

Ku Tak Mengerti

Ku berpikir sempurna, namun tak sempurna
Ku berpikir cacat, namun sempurna
Banyak hal yang ku tahu
Banyak hal yang ku tak tahu
Semua serba aneh
Entahlah
Ku tak mengerti

Sesuatu itu silih berganti
Senang susah pun silih berganti
Rasa ini sungguh aneh
Sekali lagi
Ku tak mengerti

12 September 2009

Kuliah Sambil Kerja ?

Uang memang sering menjadi masalah. Masalah yang ditimbulkannya sangat besar, bahkan sampai dapat menggangu jiwa. Ada orang yang kenapa tipu ratusan juta menjadi stress, ada yang tidak dapat bersekolah, tidak dapat membeli sesuap nasi, dsb. Sebenarnya kalau ingat asal kita, seorang manusia yang diciptakan oleh Tuhan, yang tidak mempunyai apa, kita tidak perlu sampai stress, toh kita juga asalnya tidak mempunyai apa-apa. Tapi seperti tulisan-tulisan terdahulu, cara pikir kita itu sulit untuk dimengerti, perspektif kita tentang sesuatu kadang berubah-ubah.

Bagaimana dengan orang yang sedang kuliah alias mahasiswa? Mahasiswa pun memiliki banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi, apalagi kalau dia berasal dari keluarga kurang mampu dan hidup merantau, jauh dari sanak keluarga. Sering kali uang untuk biaya hidup itu kurang, sehingga dengan susah payah mereka mencari uang. Beruntung bagi saya, meski bukan dari kalangan yang berada, tetapi kebutuhan selama ini masih terpenuhi.
Oke, kita punya uang, tapi itu uang siapa? Uang dari orang tua kan? Menurut saya, kita perlu juga mandiri, perlu berkorban untuk memperoleh uang itu, biar kita tahu susahnya mendapatkan uang, dan pada akhirnya kita tidak akan sering mengeluh karena dikasih uang yang sedikit oleh orang tua. Oleh karena itu, kita bisa kerja, tetapi yang tidak memberatkan kuliah. Apalagi kerja yang benar-benar berhubungan dengan jurusan yang kita ambil. Selain kita mendapatkan upah, kita juga memperoleh ilmu yang tidak didapatkan dari bangku kuliah. Kuliah itu hanya memberikan dasar bagi kita, yang mengembangkannya tetap kita sendiri.

Anak komunikasi misalnya, mereka dapat mencari kerja menjadi penerjemah. Dengan menerjemahkan terebut mereka malah dapat mengasah keterampilan bahasa mereka. Calon guru dapat kerja menjadi guru les, guru privat, dll. Banyak pilihan kerja yang dapat kita lakukan dan berhubungan langsung dengan jurusan yang kita ambil. Selain itu, ternyata dengan banyak aktivitas yang kita lakukan, maka kita dapat memanajemen dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kita pun dapat terhindar dari sifat malas. Karena tips menghilangkan malas adalah dipaksakan. Memang berat, tetapi yang berat itu biasanya awal-awalnya saja.

Ok teman, mudah-mudah tulisan ini bermanfaat.

Inspirasi? Motivasi? Tujuan?

Apa sih inspirasi itu? Bagi saya inspirasi itu adalah landasan untuk mewujudkan suatu hal atau keinginan. Mana kala inspirasi itu datang maka cepat wujudkanlah. Karena jika kita menundanya, besar kemungkinan inspirasi itu hilang entah kemana. Kemalasan, takut tidak berhasil, biasanya faktor penyebab kita tidak berhasil mewujudkannya. Setelah inspirasi datang maka perkuatlah motivasi pada diri anda sendiri. Saya biasanya mudah termotivasi jika melihat orang sukses. Saya ingin seperti orang itu. Tentunya masing-masing dari kita berbeda satu sama lainnya untuk mendapatkan motivasi.

Detik ini pun saya mulai mau menulis lagi karena terinspirasi setelah membaca blog teman saya. Saya kagum dengan cara dia menyampaikan idenya, tulisannya enak dibaca, dan mengalir seperti tanpa beban. Beda banget dengan tulisan-tulisan yang saya buat, sungguh tak beraturan (he..). Tapi tak apalah, sedikit bercuap-cuap di blog ini. Sayang juga kalau gak diisi.

Hal yang paling penting lagi adalah tujuan. Jika kita mempunyai tujuan yang jelas dan terarah, maka kita akan berusaha mewujudkannya, walaupun banyak hal yang menghalangi kita. Tak dipungkiri, pikiran kita memang suka berubah-berubah. Saat ini semangatnya mengggebu-gebu, tak lama kemudian padam, dan parahnya melupakan apa tujuan kita itu. Saya pikir , solusi terbaiknya adalah sering merenung, sering mengevaluasi diri. Setiap malam, sebelum kita tidur, renungkan apa yang telah kita lakukan pada siang hari tadi, apakah sesuai dengan yang kita harapkan, apakah sesuai dengan tujuan kita. Dan pikirkan pula apa yang dilakukan untuk esok harinya. Ingatlah teman-teman, waktu yang pernah kita lewati tidak akan kita lewati lagi, hanya satu kali kita merasakan hari kemarin, dan hanya satu kali pula kita melewati masa depan. Semua yang telah terjadi pada masa lalu adalah pembelajaran bagi kita, dan masa depan kita adalah sesuatu yang ada ditangan kita masing-masing. Kita masih bisa mengusahakan dan merencanakan masa depan.

Semua orang tentu ingin sejahtera hidupnya, maka hindarilah kemalasan, karena ada suatu peribahasa yang menyebutkan :
“Laziness makes a man so slow that poverty soon overtake him”
(kemalasan membuat seseorang begitu lamban sehingga kemiskinan segera menyusul).

Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua.

Future? I Don't Know

Memperoleh masa depan yang lebih baik sangat didambakan oleh setiap orang. Bagi saya masa depan itu adalah belajar yang tekun agar berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Saat ini, saya kuliah di jurusan teknik elektro. Jurusan yang membingungkan bagi saya, mungkin karena dasar elektro saya sangat buruk. Tetapi meski demikian, saya harus tetap berusaha.
Kuliah itu banyak sekali kendalanya, lebih-lebih bagi orang yang ngkost. Kendala tersebut dapat berupa percintaan, pertemanan, persahabatan, lingkungan sekitar, dan kendala terbesar ada pada diri kita sendiri. Saya sering kali mengalami konflik batin, dan kita dituntut memilih sebuah solusi yang terbaik.
Hidup itu sungguh kompleks, hidup sunguh tak ku mengerti, banyak hal bertentangan yang saya lakukan. Tetapi, lebih baik kita melihat hidup itu sebagai sesuatu yang sederhana. Kesederhanaan itu tercermin pada tujuan kita hidup. Kita hidup untuk memperoleh bekal tuk kehidupan kita setelah mati. Jika kita mempunyai pola pikir itu, semua tindakan kita akan menjurus ke tujuan tersebut.
Namun, saya tahu, berpikir sederhana itu sungguh sulit. Kita selalu terpikirkan masa depan kita. Akan seperti apa kita setahun, dua tahun, tiga tahun, bahkan sampai umur terakhir kita? Saya juga sering bingung, apakah yang saya lakukan sekarang ini adalah sesuatu yang akan memberikan kebahagian kepada kita nanti, di dunia dan akhirat? Sungguh tak tahu. Tapi teman-teman, hanya memikirkan tanpa bertindak, itu bukan solusinya. Lakukan yang terbaik demi masa depan kita mulai dari detik ini. Jangan menunda-nunda masalah kita. Selesaikan dengan bijaksana.